Pemilu Legislatif sudah dilewati. Banyak yang terjadi, mulai dari rancunya Daftar Pemilih Tetap, penggelembungan suara, surat suara yang tertukar, sampai banyaknya caleg yang stres, gila, bahkan bunuh diri. Jika dulu para sahabat Radhiyallahu 'Anhu sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin, tapi sekarang banyak orang berlomba-lomba tuk menjadi pemimpin. Semua mengaku bahwa dia yang terbaik.
Benar adanya sabda Rasulullah, ketika beliau menyampaikan hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, "Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan." (HR.Bukhari)
Sebentar lagi kita akan mengadakan pemilihan presiden. Semoga lebih baik daripada pemilu legislatif. Bagi pemimpin dan calon pemimpin, amanah yang Anda emban bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan. Bahkan demi mengingat beratnya beban amanah, Umar bin Khathab memberikan sebuah ungkapan, " saya sudah cukup senang jika dapat keluar dari dunia ini dengan impas, tidak mendapat dosa dan tidak pula mendapat pahala.". Maka jadikanlah janji Allah memasukkan pemimpin yang adil dalam surga_nya sebagai sumber energi Anda.
Dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Karena itu akan senantiasa dibutuhkan seorang muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat.



0 komentar:
Posting Komentar